Thursday, November 5, 2009

Kuala Terengganu Foto

Kuala Terengganu View

KT from air

Ular Raksasa

oh Ular Raksasa Kalimantan Sepanjang 33 Meter

Ular raksasa itu tertangkap kamera.

Sabtu, 21 Februari 2009 | 05:45 WIB

BARU-BARU ini, muncul sebuah foto udara yang membuat heboh Malaysia. Seekor ular raksasa berenang di Sungai Baleh, Sibu, Serawak, bagian utara Kalimantan yang masuk wilayah Malaysia. Hiii…

Sebuah foto ular raksasa terlihat berenang melenggak-lenggok di sebuah sungai tropis yang dikelilingi oleh hutan gambut. Ular berwarna hitam itu sangat besar, hampir memenuhi sungai yang terletak di tengah-tengah hutan rawa yang rimbun. Air beriak di kiri kanannya. Kabarnya, foto itu diambil dari sebuah helikopter, 11 Februari 2009 lalu.

Foto itulah yang menjadi perdebatan luas di Malaysia saat ini. Kalimantan memang memiliki ular-ular raksasa. Namun selama ini, ular yang besar yang baru ditemukan adalah sejenis sanca atau python atau masyarakat Kalimantan menyebutnya ular sawah, yang panjangnya belasan meter.

Namun ular yang terlihat di foto dan beredar luas di internet, termasuk Youtube, jauh lebih panjang dan besar dibanding temuan python selama ini. Diperkirakan panjangnya 100 kaki atau sekitar 33 meter.

Gambar tersebut diambil oleh anggota tim wilayah bencana banjir yang kemudian diterbitkan oleh Utusan Sarawak, sebuah koran lokal, pekan lalu. New Straits Times di Kuala Lumpur, juga memuat foto tersebut yang kemudian dirilis oleh The Telegraph, Inggris.

Ada juga yang tidak mempercayai foto itu dan menganggapnya rekayasa semata. Hal ini karena terlalu jauhnya pengambilan gambar ular tersebut. Benar atau tidak, foto itu sudah membuat masyarakat di sekitar Serawak, khususnya Sibu, ketakutan. Sebab, sungai itu merupakan urat nadi transportasi masyarakat selama ini.

Berdasarkan legenda yang hidup di masyarakat setempat, memang dipercaya tentang adanya anaconda di kawasan tersebut yang bernama Nabau. Menurut kepercayaan, Nabau merupakan ular dengan panjang 80 meter dengan kepala naga dan tujuh lubang hidung. Masyarakat desa yang tinggal di sungai Baleh Borneo mempercayai makhluk mistik tersebut. Selain itu, masyarakat memang sering melihat ular-ular besar di kawasan itu.

Nah, pertanyaannya, bila foto itu asli, apakah ular yang terlihat itu sejenis python atau anaconda? Hingga kini memang belum ditemukan adanya anaconda di Kalimantan, kecuali dalam film Anaconda: The Hunt For The Blood Orchid yang laris itu.

Rekor ular terpanjang saat ini memang anaconda (eunectes) dari Amazone. Anaconda merupakan keluarga boa. Panjang anaconda yang baru ditemukan adalah 50 kaki, namun para ilmuwan percaya ada anaconda yang panjangnya 80 kaki, bahkan 100 kaki dari temuan kulit ular tersebut oleh sebuah ekspedisi ilmuwan Inggris tahun 1992. Dalam keluarga anaconda, menurut situs lingkungan Mongabay, yang terbesar adalah anaconda hijau (Eunectes murinus). Panjangnya mencapai 43 meter.

Python Asia adalah ular terpanjang kedua. Ilmuwan menyebutnya Asiatic Reticulated Python (python reticulatus). Python terpanjang yang ditemukan di kawasan Kalimantan panjangnya 33 kaki, dan merupakan rekor dunia sanca terpanjang saat ini. Para ilmuwan percaya panjang python bisa mencapai 50 kaki atau sekitar 15 meter.

Bedanya, anaconda lebih langsing dan ahli berenang. Sementara python lebih gemuk dan hanya suka kelembaban, bukan di air. Anaconda menggigit mangsanya sampai mati sebelum menelan, sementara python menggunakan kekuatannya dengan membalut mangsa sampai tulang-belulangnya hancur atau tak bergerak lagi, kemudian ditelan bulat-bulat.

Awal Februari, para ilmuwan menemukan fosil ular seberat sebuah mobil kecil. Ular itu diperkirakan bisa melumat binatang seukuran sapi. Monster sepanjang 45 kaki bernama Titanoboa sangat besar dan hidup dengan memakan buaya dan kura-kura raksasa. Beratnya mencapai 1,25 ton. Ia biasa merayap di sekitar hutan-hutan tropis Amerika Selatan 60 tahun silam. (yan/berbagai sumber)



Amaran Banjir

Hujan di Kelantan, Terengganu dijangka berterusan


KUALA LUMPUR: Jabatan Meteorologi hari ini mengeluarkan amaran bahawa hujan sekejap-sekejap kadangkala lebat di beberapa kawasan di Kelantan dan Terengganu dijangka berterusan sehingga Ahad ini.

Antara kawasan di Kelantan yang terbabit ialah daerah Tumpat, Pasir Mas, Tanah Merah, Jeli, Bachok, Kota Bharu, Pasir Puteh, Machang dan Kuala Krai manakala di Terengganu ialah di Daerah Besut, Setiu, Kuala Terengganu, Marang, Hulu Terengganu dan Dungun.

"Keadaan itu dijangka menyebabkan banjir kilat di beberapa kawasan rendah di tebing sungai," menurut kenyataan jabatan itu di sini hari ini.


Jabatan itu turut mengeluarkan amaran angin kencang dan laut bergelora dijangka berterusan sehingga esok di kawasan perairan Samul, Condore, Reef North dan Layang-Layang.

Keadaan itu menyebabkan angin kencang dari arah timur laut sehingga mencecah 50-60 kilometer sejam dengan ombak mencapai 4.5 meter. - Bernama

Monday, October 12, 2009

Pilihan raya Bagan Pinang

Pas sedia terima kekalahan

KOTA BHARU - Mursyidul Am Pas, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat menerima kekalahan Pas pada pilihan raya kecil kerusi Dewan Undangan Negeri (DUN) Bagan Pinang, semalam.

Beliau berkata, berdasarkan pengalaman lalu, Pas juga pernah mengalami kekalahan di Kelantan tetapi mampu bangkit kembali pada pilihan raya berikutnya.

“Kita kalah tak apa. Kelantan pun pernah kalah. Berapa kali kalah. Akhirnya kami hidup balik. Kalah atau memang itu kerja perjuangan,” katanya kepada pemberita ketika ditemui selepas merasmikan pembukaan Pasar raya Nirwana Maju di Bandar Kubang Kerian Baru dekat sini, semalam.

Beliau berkata, Pas menghadapi tentangan yang kuat daripada UMNO pada pilihan raya kecil kali ini.

“Cengkaman UMNO terhadap Pas terlalu kuat. Lagipun kami tidak ada radio, kami tidak ada surat khabar perdana.

“Tetapi manusia akhirnya akan faham. Sebab itulah saya minta mereka datang sendiri ke Kelantan. Biar mereka bertanya khabar kaum Cina, India Kelantan,” katanya.

Beliau berkata demikian ketika diminta mengulas kekalahan Pas pada pilihan raya kecil kerusi Dewan Undangan Negeri (DUN) Bagan Pinang, semalam.

Calon Pas, Zulkefly Mohamad Omar gagal dalam usaha menawan DUN Bagan Pinang apabila tewas kepada calon Barisan Nasional (BN), Tan Sri Mohd Isa Abdul Samad dengan majoriti 5,435 undi.

Mengulas mengenai beberapa insiden yang berlaku sepanjang tempoh berkempen pada pilihan kecil itu, Nik Abdul Aziz berkata, beliau amat dukacita dengan kejadian yang berlaku.

Katanya, kejadian seperti itu pernah berlaku di Kelantan pada era 60-an yang mana kejadian tumbuk-menumbuk dan pergaduhan turut berlaku.

“Dua malam saya di sana. Saya dukacita dengan apa yang berlaku macam berlaku tahun 60-an dulu. Pukul dan bertumbuk.

“Ini menunjukkan pihak tertentu di Negeri Sembilan ini terkebelakang. Saya dukacitalah. Mengundi ni bebas. Macam kita pergi market (pasar). Kita bebas pilih dan beli sayur, beli buah," katanya